Tabula Rasa

Senandung Revolusi

Senandung Revolusi

Semua orang ingin mengubah dunia. tapi tidak ada orang yang ingin mengubah dirinya sendiri –Leo Tolstoy

Itu adalah sebuah tulisan yang terpampang di salah satu bagian Rumah Cetak KM ITB. Singkat dan jelas. Mengena. Dengan halus menampar saya dulu yang menggebu-gebu tentang impian untuk mengubah dunia. Tanpa disadari, impian itu justeru membutakan akan adanya sebuah syarat sebelum kita bisa mengubah dunia: Ubah Dulu Dirimu.

Berikut adalah sebuah puisi yang terukir di sebuah makam di Westminster Abbey (sudah diterjemahkan, tentunya :) )

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
Aku bermimpi ingin merubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah

Maka cita-cita itu pun agak kupersempit
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku
Namun tampaknya
Hasrat itu pun tiada hasilnya

Ketika usiaku semakin senja
Dengan semangatku yang masih tersisa
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku
Orang-orang yang paling dekat denganku…

Tetapi celakanya
Mereka pun tidak mau diubah !

Dan kini
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang
Tiba-tiba kusadari……

Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku

Kemudian siapa tahu
Aku bahkan bisa mengubah dunia

Ah…
Penyesalan menjelang ajal tiada guna

Tapi penyesalanku ini
Bisa menjadi pelajaran berharga bagimu
Yang membaca
Dan menerapkannya dalam kehidupan

Ubahlah dirimu sendiri dulu teman…
Dan dunia akan berubah…

Mari Berbagi
  • Facebook
  • del.icio.us
  • Digg
  • MySpace
  • Google
  • StumbleUpon
  • Live
  • E-mail this story to a friend!
  • Furl
  • Tumblr
Tag: , ,

entrepreneur being, beatles lover, coffee addict, novice traveler, bicycler, keen on to play with his mind, loves to create things and enjoy quality time with people. a man on mission. and mostly, a human being.

3 Comments

  1. proses penyadaran dan target yang dia turunkan sebenarnya adalah bukti bahwa dia telah merubah diri sendiri. kalau andaikan dia hidup lebih lama mungkin dunia akan langsung berubah menjadi lebih baik. karena, sekedar puisi yang tertatah di nisan peristirahatannya aja sudah mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang…

  2. setidaknya, pengalaman yang dia alami tidak dibawa mati begitu saja… dia (atau siapapun itu) yang menuliskan puisi di nisan itu sudah melakukan tugasnya dengan baik…

Trackbacks & Pingbacks

  1. Berubah! | Tabula Rasa

    [...] Nah, ini dia masalahnya… Kita memiliki ‘zona’ di mana kita bisa mengubah sesuatu yang berada di dalam ‘zona’ itu, katakan namanya adalah lingkaran pengaruh (circle of influence). Kita berkuasa penuh terhadap segala yang berada di dalam zona ini. Yang dapat dimasukkan ke dalam zona ini adalah topik 3dan 4. Di luar itu, zona yang kita tidak dapat berbuat apa-apa adalah lingkaran perhatian (circle of concern). Topik 1 dan 2 dapat dimasukkan ke dalam zona ini, di mana kita tidak dapat berbuat banyak selain sekedar berkomentar. Pesimisnya, di dalam zona ini kita hanya bisa menerima (tentu saja sembari berharap keadaan dapat berubah sesuai keinginan kita). [...]

Leave a Reply