Cinta Melulu
Saya sudah cukup muak melihat perkembangan musik mainstream Indonesia. Bukan apa-apa, tetapi temanya yang hanya menyiratkan hubungan cinta pria-wanita itulah yang membikin saya emoh untuk membuka kuping saya terhadapnya. Bosan. Memang, saya tidak memungkiri bahwa cinta adalah salah satu causa prima, tetapi kenapa orang-orang di major label itu hanya menyempitkan cinta pada sebatas hubungan cinta pria-wanita?
Kalau mau berbicara cinta, kenapa sedikit sekali lagu yang bercerita tentang cinta orang tua pada anaknya? kurangkah cinta mereka padamu? Lalu, kenapa kita masih saja berkutat pada masalah “cinta” ini? Desakan dari label kah? Atas nama selera pasar kah? Apakah kita, rakyat Indonesia, memang lemah, sehingga hanya mau dicekoki oleh topik “cinta” ini?
Oh, cukup sudahlah lagu-lagu cengeng itu! Cukup sudahlah nada-nada mendayu-dayu itu! Cukup sudahlah Ti Pat Kai berkata, “Cinta, Deritanya Tiada Akhir”… Apa tidak ada topik lain yang cukup layak untuk dibuat lagu? Saya merindukan lagu-lagu kritik sosial, lagu-lagu perjuangan-pembangkit-semangat, lagu-lagu yang berkisah tentang kehidupan…. Cukup, sudahi lagu-lagu “cinta” itu sampai sini!
Nada nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu kliseElegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banalLagu cinta melulu
Kita memang benar benar melayu
Suka mendayu dayu
Lagu cinta melulu
Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu sendu
Lagu cinta melulu–Cinta Melulu oleh Efek Rumah Kaca
Gambar milik LoveCats2006
Berbicara tentang Cinta Melulu, Musik + Disimpan dalam Apresiasi











Film Favorit…
Tebarkan Cinta!
Doraemon, Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan






wah, sukses 3 post berturut-turut berbicara cinta nih :D :D :D :D
Gue sukses membuat meme tentang cinta nih….
Original post di cinta itu adalah…. akhirnya jadi meme yang lain di blog kamu…
Gue ga suka lagu2 bertemakan cinta. Lebih bagus lagu2 yang berisi pengejaran terhadap mimpi (legenda pribadi). Lebih punya jiwa menurut gue.
Seperti “laskar pelangi” (nidji) atawa “lentera jiwa” (nugie).
Tapi satu yang menarik. Pas gue ke malaysia, yang diputar disana lagu-lagu indonesia seperti peterpan, ada band dkk. Mau ga mau gue bangga jadi orang indonesia, lagunya enak didengar sih (meski isinya cinta melulu).
Maju terus permusikan Indonesia.
@Yandhie:
Yee, bukan gara-gara kamu!! gw sebenarnya udah dari dulu ga ngikutin bilantika musik Indonesia, sebab utamanya ya karena tema lagu-lagunya yang terlalu lembek… berbeda saat saya dengerin lagu-lagu Iwan Fals zaman Swami, yang sangat luar biasa!
Soal di Malaysia, emang gitu keadannya kok…konon di Kuala Lumpur, siaran radio malam-malam tuh dah kayak di Jakarta aja, isinya lagu-lagu Indonesia…. tapi sedikit lega sih, ternyata tetangga kita yang sering tak tahu diri itu seleranya rendahan macam begitu… :D :D :D
sepakat,, dix..
capek..
basi..
gak kreatif..
sama aja kayak sinetron ama film kebanyakan..
seolah-olah di luaran sana gada hal lain yang mesti dipikirin dan diurusin selain kehidupan cintanya dia..
macem pendidikan,, kelaparan,, korupsi,, ketidak adilan,, kejahatan,,
tau ah..
akar masalahnya sama sal…
MANAJEMEN
kalo ngeliat potensi pasar buat musik, film, sama sinetron sampah yg segitu gede, siapa sih yg g tergiur?
daripada susah-susah bikin yg berkualitas tapi g jelas masa depannya, kenapa sih g bikin yg murah tapi jaminan laku (walaupun ga akan bertahan lama)?
tapi ya itu, terlalu praktis…semua yg mereka hasilin gw yakin setahun-2 tahun ke depan ga akan diinget orang lagi…beda dengan yg bener-bener bagus, pasti bakal ada yg akan terus mengingatnya….
maka dari itu, ya diperlukan sebuah ITIKAD untuk berani membuat sesuatu yg berkualitas….bukan berorientasi profit, tentunya, tetapi lebih untuk memajukan industri musik indonesia… hal kayak gini udah dari lama dilakukan oleh kawan2 kita lewaj jalur indie…
kalo kita mau nglakuin sesuatu, ya gampang aja kok…minimal tetep ngedengerin dan ngehargai karya rekan-rekan sebangsa kita, tentunya dengan tidak membajak!!!
yuk ah, semoga industri musik indonesia tetep maju