Perkenalkan: Asfaloth Si Polygon Vintage
Perkenalkan, dia adalah Asfaloth Si Polygon Vintage. Sepeda baruku. Beli hari ini di Toko Makmur Sentosa, Kosambi, Bandung.
Nama Asfaloth Si Polygon Vintage bukan tanpa arti. Asfaloth sendiri diambil dari nama kuda yang ditunggangi oleh Glorfindel dalam mitologi Middle-Earth-nya Tolkien. Kenapa Asfaloth? Untukorang yang seganteng Glorfindel seperti saya, nama sepeda yang pantas cuma Asfaloth. Tidak lebih tidak kurang :D
Sedangkan asal-usul epitet “Si Polygon Vintage” jauh lebih sederhana: karena Asfaloth ini mengambil bentuk Polygon Vintage. Sederhana sekali, bukan? :D
Pemilihan Polygon Vintage untuk menjadi tunggangan saya ini merupakan buah dari proses yang agak panjang: selama sebulan! Setelah memantapkan pilihan untuk mengambil pilihan merek Polygon, rupanya saya harus berhadapan dengan kebingungan: Polygon banyak sekali tipenya… Usut-usut, nampaknya pilihan saya difokuskan pada hybrid bike saja. Biar cepat di jalanan dan tidak pula mengurangi ketangguhan di tengah jalanan Bandung yang serata kulit jeruk. Pilih lebih jauh, akhrnya saya memantapkan diri untuk meminang Polygon Vintage sebagai rekan perjalanan. Harga pas di kantong, dan ulasan dari kawan-kawan di sepedaku.com pun bagus.
Maka hari itu, Rabu, 8 Oktober 2008, saya diantar oleh ayah saya pergi untuk meminang Si Polygon Vintage. Tawar-menawar mahar terjadi. Si empu toko, merelakan Si Polygon Vintage ditambah helm, standar, kunci, dan lampu untuk dipinang dengan harga Rp. 2.350.000. Harga yang cukup pantas.
Sore itu, saya langsung menjajal Asfaloth. Dibawa di sekitar rumah, rasanya seperti menunggang angin saja. Dengan input tenaga yang sebanding dengan jogging ringan, saya (dan Asfaloth) mampu melaju hingga 40 km/jam. Senyum terpasang lebar. Kaki agak pegal, mungkin karena belum terbiasa.
Nah, maka sejak hari itu, dimulailah lembaran baru kehidupan saya, dengan kehadiran Asfaloth untuk menemani perjalanan. Semoga menyenangkan :D
Berbicara tentang Polygon Vintage, Sepeda + Disimpan dalam Kejadian










Berkumpul Kembali
Tahun Baru Ini…
Within You, Without You






Wah, sepeda yang kelihatan bagus. Jadi pengen nyoba….
Pinjem dong dix kapan-kapan…
Gue juga pengen beli sepeda, mungkin ga sekarang, tapi pas gue udah dapat duit sendiri saat kerja nanti. Mengenai nama juga udah dapat: Pegasus….
Welll, doain aja gue segera cepat lulus ya dix… Gue pengen secepatnya mengejar mimpi gue menjadi pengusaha, tanpa membebani orang tua lagi.
PS: I do not have “Camer”. Jangan nyebarin gosip mengenai kehidupan pribadi orang dong….
hehehe…pilihan yang sangat tepat…. gw aja nyarinya ampe sebulan sampe bisa menentukan pillihan…
iya, tentu gw doain..kenapa ga mulai dari sekarang aja? cari kreditan sepeda gitu…hehehe
PS: orang akan mendengar berita yang mau mereka dengar, bukan berita yang sebenarnya
hhoohohoo.. aku sudah melihat dirimu meluncur dengan asfaloth mu.. hehehe..
sepertinya aku juga tertarik memberi nama salah satu kudaku dengan ‘asfaloth’… gpp ya??
;;)
@hengki: duh maaf lama bgt baru bales…silakan aja, asal sepedanya jgn mirip juga, ntar ketuker lagi…
btw, asfaloth nampaknya sudah menunjukkan tanda2 kerusakan, bisa dilihat pada roda depan yg agak miring (sehingga suka mengganggu ketika berjalan dgn kecepatan rendah dan saat pengereman), RD yang tidak akurat lagi (mau pindah ke gigi 2 malah dapat gigi 3)
DAN HELM SAYA HILANG!!!! SIALAN!!!!!