Tabula Rasa

Merecehkan Keadilan

Recehkan Saja Keadilan Itu!!

Indonesia memang penuh inspirasi. Rasa-rasanya, baru di republik ini ada yang kepikiran ide untuk menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam bentuk yang unik: Merecehkan Keadilan. Ketika keadilan sudah diperjualbelikan, maka recehkan saja keadilan itu. Buat dia menjadi tidak berharga, seperti melempar recehan pada pengemis. Siapa pengemisnya, silahkan interpretasikan sendiri.

Belajar dari kasus Prita vs OMNI, saya menarik kesimpulan yang (mungkin) teramat penting: Selalu siapkan uang recehan (pecahan Rp. 100, Rp. 200, atau Rp. 500) senilai lebih dari Rp. 50.000 kemanapun kita pergi. Kenapa? Karena saja berguna, terutama jika kita berada di:

1. Kantor Polisi

Suatu saat, pastilah kita perlu berurusan dengan institusi yang satu ini, terutama jika berhubungan dengan kehilangan benda berharga, membuat SIM, ataupun sekedar mengurus Surat Kelakuan Baik. Anda merasa diharuskan membayar lebih besar daripada seharusnya? Bayarlah, tapi dengan koin recehan itu tentunya! Jangan lupa juga untuk memakai pose uang-ini-tidak-berharga-untuk-saya pada “proses penyerahan” uang tersebut.

2. Perjalanan

Salah belok? Melanggar rambu? Melanggar lampu lalulintas atau marka jalan lainnya? Merasa tidak melanggar apapun namun dianggap “melanggar” oleh Petugas dan didorong untuk membayar “uang damai”? Langsung saja, gunakan koin receh yang selalu anda bawa!

3. Kantor Kelurahan

Bikin KTP yang seharusnya murah (kalau tidak gratis) dan singkat, tapi malahan jadi lama dan dipersulit kalau tidak dikasih “duit pelicin”? Tenang saudara-saudara, beri “pelicin” dengan Koin Keadilan!

4. Kantor Imigrasi

Sebelas-duabelas dengan mengurus KTP, proses membuat paspor pun disinyalir tidak lepas dari ulah oknum petugas yang sering mengutip biaya siluman. Bagai mesin bobrok, kalau tidak diberi “pelicin”, tak akan bekerja. Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah? Maka kita akan balik mempersulit mereka, dengan menambah kerepotan saat membawa Koin Keadilan!

5. Instansi-instansi Birokrasi Lainnya Yang Menagih Biaya Siluman dan Tidak Jelas.

Kalau anda ditagih “uang rokok”, “uang map”, “uang ketik”, dan segala jenis uang yang tidak ada dasar peraturannya, langsung saja “beri” oknum tersebut dengan Koin Keadilan!

Akhir kata, jika usul saya ini bisa diterima oleh khalayak luas, maka saya tidak akan ragu lagi untuk membuka bisnis penukaran receh :D

*makasih buat Sali atas masukannya :D

Mari Berbagi
  • Facebook
  • del.icio.us
  • Digg
  • MySpace
  • Google
  • StumbleUpon
  • Live
  • E-mail this story to a friend!
  • Furl
  • Tumblr
Tag: , ,

Radix Juniardi Hidayat, 20 tahun, masih belajar menjadi manusia, masih pusing kuliah, belum kapok-kapok berkemahasiswaan di usia yang sudah tidak muda lagi, doyan Beatles, dan (alhamdulillah) masih rajin sholat. masih suka menulis yang aneh-aneh di http://radixhidayat.net

1 Comments

  1. hahaha, setuju dix

Leave a Reply