<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Tabula Rasa</title>
	<atom:link href="http://radixhidayat.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radixhidayat.net</link>
	<description>Belajar Menuliskan Kehidupan</description>
	<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 17:07:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Merecehkan Keadilan</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/12/merecehkan-keadilan/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/12/merecehkan-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 16:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<category><![CDATA[Koin Keadilan]]></category>

		<category><![CDATA[Prita]]></category>

		<category><![CDATA[Pungli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Indonesia memang penuh inspirasi. Rasa-rasanya, baru di republik ini ada yang kepikiran ide untuk menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam bentuk yang unik: Merecehkan Keadilan. Ketika keadilan sudah diperjualbelikan, maka recehkan saja keadilan itu. Buat dia menjadi tidak berharga, seperti melempar recehan pada pengemis. Berapa recehan dan siapa pengemis, silahkan interpretasikan sendiri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3001/2785041073_4a513b55d1_b.jpg" alt="Recehkan Saja Keadilan Itu!!" width="600" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="drop">I</span>ndonesia memang penuh inspirasi. Rasa-rasanya, baru di republik ini ada yang kepikiran ide untuk menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam bentuk yang unik: Merecehkan Keadilan. Ketika keadilan sudah diperjualbelikan, maka recehkan saja keadilan itu. Buat dia menjadi tidak berharga, seperti melempar recehan pada pengemis. Siapa pengemisnya, silahkan interpretasikan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Belajar dari kasus Prita vs OMNI, saya menarik kesimpulan yang (mungkin) teramat penting: Selalu siapkan uang recehan (pecahan Rp. 100, Rp. 200, atau Rp. 500) senilai lebih dari Rp. 50.000 kemanapun kita pergi. Kenapa? Karena saja berguna, terutama jika kita berada di:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Kantor Polisi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat, pastilah kita perlu berurusan dengan institusi yang satu ini, terutama jika berhubungan dengan kehilangan benda berharga, membuat SIM, ataupun sekedar mengurus Surat Kelakuan Baik. Anda merasa diharuskan membayar lebih besar daripada seharusnya? Bayarlah, tapi dengan koin recehan itu tentunya! Jangan lupa juga untuk memakai pose uang-ini-tidak-berharga-untuk-saya pada &#8220;proses penyerahan&#8221; uang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Perjalanan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah belok? Melanggar rambu? Melanggar lampu lalulintas atau marka jalan lainnya? Merasa tidak melanggar apapun namun dianggap &#8220;melanggar&#8221; oleh Petugas dan didorong untuk membayar &#8220;uang damai&#8221;? Langsung saja, gunakan koin receh yang selalu anda bawa!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Kantor Kelurahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bikin KTP yang seharusnya murah (kalau tidak gratis) dan singkat, tapi malahan jadi lama dan dipersulit kalau tidak dikasih &#8220;duit pelicin&#8221;? Tenang saudara-saudara, beri &#8220;pelicin&#8221; dengan Koin Keadilan!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Kantor Imigrasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelas-duabelas dengan mengurus KTP, proses membuat paspor pun disinyalir tidak lepas dari ulah oknum petugas yang sering mengutip biaya siluman. Bagai mesin bobrok, kalau tidak diberi &#8220;pelicin&#8221;, tak akan bekerja. Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah? Maka kita akan balik mempersulit mereka, dengan menambah kerepotan saat membawa Koin Keadilan!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Instansi-instansi Birokrasi Lainnya Yang Menagih Biaya Siluman dan Tidak Jelas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau anda ditagih &#8220;uang rokok&#8221;, &#8220;uang map&#8221;, &#8220;uang ketik&#8221;, dan segala jenis uang yang tidak ada dasar peraturannya, langsung saja &#8220;beri&#8221; oknum tersebut dengan Koin Keadilan!</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata, jika usul saya ini bisa diterima oleh khalayak luas, maka saya tidak akan ragu lagi untuk membuka bisnis penukaran receh :D</p>
<p style="text-align: justify;"><em>*makasih buat <a href="http://shallypristine.wordpress.com">Sali</a> atas masukannya :D</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/12/merecehkan-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Star Wars Expanded Universe</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/12/star-wars-expanded-universe/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/12/star-wars-expanded-universe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 15:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<category><![CDATA[co-creation]]></category>

		<category><![CDATA[New Wave Marketing]]></category>

		<category><![CDATA[Star Wars]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dalam dunia perfilman, nama Star Wars sudah tidak diragukan lagi namanya. Dengan nama besar dari sang kreator George Lucas, basis fans yang besar, serta <em>universe</em> yang begitu luas, tidaklah salah jika Star Wars adalah sebuah mitologi modern, yang sederajat dengan mitologi Yunani maupun Mesir. Mungkin bagi kebanyakan awam, Star Wars hanyalah sebuah trilogi film fiksi ilmiah yang berkisah mengenai perjalanan Luke Skywalker dalam menumpas kejahatan. Namun, itu tidak sepenuhnya benar. Star Wars adalah sebuah kisah sebuah galaksi sepanjang lebih dari 25.000 tahun, yang lebih dikenal sebagai <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Expanded_Universehttp://">Star Wars Expanded Universe</a> (EU).</span></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://io9.com/assets/images/io9/2008/08/kotorcover.jpg" alt="Co-Creation!!" width="600" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><span class="drop">D</span>alam dunia perfilman, nama Star Wars sudah tidak diragukan lagi namanya. Dengan nama besar dari sang kreator George Lucas, basis fans yang besar, serta <em>universe</em> yang begitu luas, tidaklah salah jika Star Wars adalah sebuah mitologi modern, yang sederajat dengan mitologi Yunani maupun Mesir. Mungkin bagi kebanyakan awam, Star Wars hanyalah sebuah trilogi film fiksi ilmiah yang berkisah mengenai perjalanan Luke Skywalker dalam menumpas kejahatan. Namun, itu tidak sepenuhnya benar. Star Wars adalah sebuah kisah sebuah galaksi sepanjang lebih dari 25.000 tahun, yang lebih dikenal sebagai <a href="http://starwars.wikia.com/wiki/Expanded_Universehttp://">Star Wars Expanded Universe</a> (EU).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaannya adalah, mungkinkah George Lucas membuat sebuah epik masif dengan rentang waktu yang sepanjang itu? Tentu saja tidak. Yang membuat semua itu adalah dari komunitas pecinta Star Wars. Selain trilogi orisinil maupun trilogi prekuel yang langsung dikomandani George Lucas, Star Wars memungkinkan pihak-pihak lain untuk mengembangkan kisah di galaksi Star Wars melalui media buku, komik, serial televisi, mainan, film animasi, hingga permainan komputer. Pihak-pihak lain inilah yang memberikan sebuah kisah epik Star Wars yang sepanjang lebih dari 25.000 tahun. Fenomena inilah yang dipelajari oleh Hermawan Kartajaya sebagai <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/07/17430691/product.is.co-creation"><em>co-creation</em></a>, yaitu sebuah proses kreasi bersama, bukan sendirian dari satu pihak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Star Wars EU merupakan sebuah kontinuitas dan ekspansi <span> </span>dari trilogi orisinil maupun trilogi prekuel. Kisah-kisah EU ini menyediakan latar belakang mulai dari asal mula dari pihak protagonis, yaitu Jedi Order dan Galactic Republic serta pihak antagonis yaitu Sith Order. Para fans yang menjadi penulis cerita memungkinkan untuk mengisi “celah” yang belum tersentuh, dengan tetap merujuk pada jalan cerita yang sudah ada. Kisah-kisah ini jika bagus akan disetujui oleh Lucas <span> </span>Licensing sebagai pemegang lisensi Star Wars dan menjadikannya bagian resmi dari epik Star Wars. Bahkan, beberapa aspek dalam trilogi prekuel mengambil sumber dari EU, seperti nama planet Coruscant maupun nama Ksatria Jedi Aayla Secura.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Barangkali ada sebuah kekhawatiran kalau Star Wars akan kehilangan arah jika dikerjakan secara “gotong royong” seperti ini. Untuk mengantisipasinya, Lucas Licensing memberikan level-level untuk kisah-kisah yang dibuat, mulai dari level G (untuk George Lucas, sang kreator), C (untuk <em>continuity</em>, yang diadopsi menjadi bagian resmi kisah Star Wars), S (untuk <em>secondary</em>, kisah-kisah yang kurang koheren dengan EU), hingga level N (<em>noncanon</em>, yang tidak masuk ke dalam kontinuitas).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Benarlah, ungkapan Kartajaya, bahwa era Legacy Marketing sudah saatnya turun dan memberikan takhtanya pada sang raja baru, New Wave Marketing. Proses co-creation yang demikian, yang memungkinkan sebuah produk—bahkan film—untuk dikembangkan oleh banyak pihak dan menjadikan Star Wars sebuah epik luar angkasa yang masif, luas, dan secara emosional dimilki oleh fans. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>*Artikel ini merupakan partisipasi <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/www.markplusconference.com');" href="http://www.markplusconference.com/index.php?page=blogger" target="_blank">Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</a> </em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/12/star-wars-expanded-universe/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Koruptor Nyaris Punah!</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/08/koruptor-nyaris-punah/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/08/koruptor-nyaris-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 04:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngalor-ngidul]]></category>

		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">(Jakarta, 15/11) Setelah menjalani perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Pemerintah menetapkan Koruptor sebagai spesies langka yang patut dilindungi. Status kelangkaan ini akhirnya ditetapkan setelah KMenteri Lingkungan Hidup Inggita Utami menyatakan bahwa populasi Koruptor di Indonesia sudah sangat turun, bahkan hanya 5 ekor pada November 2015.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.presidensby.info/imageGalleryD.php/8553.jpg"><img class="alignnone" title="Koruptor Nyaris Punah!" src="http://www.presidensby.info/imageGalleryD.php/8553.jpg" alt="" width="600" /></a><span class="drop">(</span>Jakarta, 15/11) Setelah menjalani perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Pemerintah menetapkan Koruptor sebagai spesies langka yang patut dilindungi. Status kelangkaan ini akhirnya ditetapkan setelah Menteri Lingkungan Hidup Inggita Utami menyatakan bahwa populasi Koruptor di Indonesia sudah sangat turun, bahkan hanya 5 ekor pada November 2015.</p>
<p>Selanjutnya, Pemerintah akan menyatakan Pulau Nusakambangan sebagai Taman Lindung Spesies Koruptor. &#8220;Peraturan ini efektif berlaku sejak saya Nyatakan&#8221;, demikian Presiden menyebutkan. Penurunan drastis Koruptor ini dikarenakan pemburuan yang berlebihan oleh Pemburu Koruptor Indonesia, yang sudah dinyatakan ilegal oleh pemerintah pada pekan lalu.</p>
<p>Pro-kontra seputar status langka untuk Koruptor sudah mencuat sejak April 2015 yang lalu. Pihak yang kontra dengan status kelangkaan koruptor berpendapat bahwa biaya untuk menghidupi koruptor sangat mahal, mencapai Rp. 15 miliar per ekor per bulan. Sedangkan pihak yang pro dengan status kelangkaan koruptor membantah dengan menyebutkan alasan bahwa Koruptor merupakan identitas bangsa Indonesia. &#8220;Kita sudah kehilangan batik, reog, lagu &#8216;Rasa Sayange&#8217;, belum lagi spesies-spesies lainnya seperti Tikus, Serigala, Sapi, dan sebagainya, Kalau Koruptor sampai punah, mau ditaruh di mana muka bangsa kita?&#8221; desak Apri berapi-api. (SP)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/08/koruptor-nyaris-punah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pisau</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/06/pisau/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/06/pisau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 02:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Bruce Lee pernah berucap, jika di suatu pertarungan antara orang yang membawa pisau dan orang yang bertangan kosong, bukan mustahil jika orang yang bertangan kosong yang menang. Alasannya sederhana, karena orang yang membawa pisau hanya berfokus pada pisaunya. Serangannya menjadi tidak kreatif. Tetapi orang yang bertangan kosong akan lebih kreatif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2096/2208537129_2763abfa12_b.jpg"><img class="aligncenter" title="Pisau vs Tangan Kosong. Yang menang?" src="http://farm3.static.flickr.com/2096/2208537129_2763abfa12_b.jpg" alt="" width="600" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><span class="drop">B</span>ruce Lee pernah berucap, jika di suatu pertarungan antara orang yang membawa pisau dan orang yang bertangan kosong, bukan mustahil jika orang yang bertangan kosong yang menang. Alasannya sederhana, karena orang yang membawa pisau hanya berfokus pada pisaunya. Serangannya menjadi tidak kreatif. Tetapi orang yang bertangan kosong akan lebih kreatif. Serangannya bisa jadi lewat pukulan, tendangan, bahkan gigitan, tandukan, tubrukan, kuncian, dsb. Kalau perlu, segala yang ada di sekitar tempat pertarungan akan dipakai. Tong, linggis, batu, pasir, dan semuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya pertarungan, fenomena “pisau vs tangan kosong” pun merambah di kehidupan sehari-hari kita. Eits, bukan berarti sekitar kita sudah menjadi rusuh. Tidak. Lihat saja, berapa banyak orang yang bertitel S1, S2, S3, bahkan postdoctoral yang posisinya Cuma jadi “bawahan”? Dan berapa banyak orang yang tidak punya titel bahkan bisa menggaji orang yang bertitel berderet yang saya sebutkan sebelumnya? Sebut saja Bob Sadino, Bill Gates, Michael Dell, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Ibaratkan saja “pisau” adalah ilmu. Masalahnya bukan pada “pisau” yang kita miliki. Memiliki pisau jelas akan memberikan keunggulan dibanding yang tidak memiliki “pisau”. Namun, jangan sampai keberadaan “pisau” malahan jadi mengungkung kreativitas kita. Ternyata, faktor kreativitas memang penting, bahkan sampai dapat menutupi faktor kekurangan “pisau”. Nah, bagaimana dengan anda? </span></p>
<pre class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>foto oleh <a href="http://www.flickr.com/photos/-2hu-/">-2hu-</a>
</span></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/06/pisau/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Life</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/05/life/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/05/life/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 17:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Life is either a daring adventure or nothing</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang saya percayai juga. Bagi saya, hidup mapan dengan segala kemewahan adalah kehidupan yang sangat membosankan. Saya lebih suka kehidupan yang penuh dengan gejolak, di mana tiada sesuatu pun yang pasti, kecuali satu: harapan akan kebesaran di balik semua kesulitan yang menghadang.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3097/2919176161_f0b5976d47_b.jpg"><img class="aligncenter" title="Life is aither a daring adventure or nothing" src="http://farm4.static.flickr.com/3097/2919176161_f0b5976d47_b.jpg" alt="" width="601" height="343" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span class="drop">L</span>ife is either a daring adventure or nothing</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang saya percayai juga. Bagi saya, hidup mapan dengan segala kemewahan adalah kehidupan yang sangat membosankan. Saya lebih suka kehidupan yang penuh dengan gejolak, di mana tiada sesuatu pun yang pasti, kecuali satu: harapan akan kebesaran di balik semua kesulitan yang menghadang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan sendiri bagi saya adalah sebuah perjalanan panjang dengan sebuah misi besar: “menjadi manusia”. Hal ini sudah disiratkan jauh sebelumnya dalam kosakata bahasa inggris dalam merujuk manusia, yaitu “human being”. Seumur hidupnya, manusia akan menjalani sebuah proses pembelajaran yang amat panjang, mulai dari proses mengaktifkan fungsi-fungsi fisiologisnya (proses pertumbuhan), mengoptimalkan pikiran dan pandangan hidupnya (proses pendewasaan), hingga berbagi dengan sesamanya (proses pemanusiaan).</p>
<p style="text-align: justify;">Menjalani “daring adventure life” juga berarti membebaskan diri dan pikiran dari segala macam pakem yang mengekang: bahwa hidup adalah kecil-sekolah-kerja-mati, ataupun pakem-pakem lainnya yang hanya mengekang manusia dari kebesarannya. Tak usahlah takut gagal, karena yang dinamakan sukses adalah sebuah titik kecil di atas segunung kegagalan. Mereka yang sukses bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tetapi yang selalu bisa bangkit dari kegagalannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, bangkitlah! Raih semua mimpi-mimpimu! Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/05/life/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Takut Berubah?</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/04/kenapa-takut-berubah/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/04/kenapa-takut-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 08:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<category><![CDATA[Berubah]]></category>

		<category><![CDATA[Takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[
Kenapa takut dengan perubahan? Apakah kamu takut ketika perubahan itu akan membuatmu tidak lagi mendapatkan kehidupan nyaman seperti yang kamu nikmati selama ini? Atau takutkah kamu ketika perubahan itu membuat orang lain yang akan mendaptkan keuntungan, bukan kamu? Atau takutkah kamu kalau kamu akan gagal nantinya, bahkan katika kamu belum memulainya sama sekali? Baiklah, duduklah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://farm1.static.flickr.com/145/420712410_9e2d653500_b.jpg"><img class="aligncenter" title="Takut untuk Berubah?" src="http://farm1.static.flickr.com/145/420712410_9e2d653500_b.jpg" alt="" width="619" height="397" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="drop">K</span>enapa takut dengan perubahan? Apakah kamu takut ketika perubahan itu akan membuatmu tidak lagi mendapatkan kehidupan nyaman seperti yang kamu nikmati selama ini? Atau takutkah kamu ketika perubahan itu membuat orang lain yang akan mendaptkan keuntungan, bukan kamu? Atau takutkah kamu kalau kamu akan gagal nantinya, bahkan katika kamu belum memulainya sama sekali? Baiklah, duduklah yang manis pada kursi kemapanan yang  sudah dan akan kamu sembah terus-menerus. Duduklah, teruslah duduk. Biarkan kursi kemapanan yang fana itu menggerogoti pantatmu, dan membuatnya lapuk, dan menguncimu tak berdaya. Hingga suatu ketika, kala kamu menyadari semua sudah terlambat, dan kamu sudah tidak bisa lari lagi&#8230; Dan saat itulah, kamu menjadi orang yang celaka.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku? Aku memilih untuk berubah. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari yang dapat kuubah. Mulai dari sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/04/kenapa-takut-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sun Tzu&#8217;s Favorites</title>
		<link>http://radixhidayat.net/2009/04/sun-tzus-favorites/</link>
		<comments>http://radixhidayat.net/2009/04/sun-tzus-favorites/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 05:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radix Hidayat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apresiasi]]></category>

		<category><![CDATA[Sun Tzu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radixhidayat.net/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sun Tzu! Master strategi perang China klasik, penulis The Art of War yang konon masih menjadi bacaan wajib perwira Marine AS, yang petuah-petuahnya harus diakui masih relevan dengan keadaan zaman sekarang, dialah yang mendapat kehormatan untuk tampil dalam blog saya ini (walaupun sebagian besar copy-paste :P ). Yup, yang berikut akan muncul adalah beberapa petuah favorit saya termaktub dalam The Art of War :</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://farm1.static.flickr.com/90/224031089_01fab55297_b.jpg"><img class="aligncenter" title="The Art of War" src="http://farm1.static.flickr.com/90/224031089_01fab55297_b.jpg" alt="" width="614" height="410" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="drop">M</span>aaf lama tidak saya perbaharui&#8230;. banyak sekali hal yang terjadi selama 3 bulan ini.. sekarang, begitu ada niatan untuk perbaharui blog, saya pilih jalan mudah saja&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sun Tzu! Master strategi perang China klasik, penulis <em>The Art of War</em> yang konon masih menjadi bacaan wajib perwira Marine AS, yang petuah-petuahnya harus diakui masih relevan dengan keadaan zaman sekarang, dialah yang mendapat kehormatan untuk tampil dalam blog saya ini (walaupun sebagian besar <em>copy-paste</em> :P ). Yup, yang berikut akan muncul adalah beberapa petuah favorit saya termaktub dalam The Art of War :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>It is said that if you know your enemies and know yourself, you will not be imperiled in a hundred battles; if you do not know your enemies but do know yourself, you will win one and lose one; if you do not know your enemies nor yourself, you will be imperiled in every single battle. &#8211;Ch 3</p>
<p>It is the rule in war, if ten times the enemy&#8217;s strength, surround them; if five times, attack them; if double, divide them; if equal, be able to fight them; if fewer, be able to evade them; if weaker, be able to avoid them. &#8211;Ch 3</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>For to win one hundred victories in one hundred battles is not the acme of skill. To subdue the enemy without fighting is the acme of skill. &#8211;Ch 3</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>All warfare is based on deception. Hence, when we are able to attack, we must seem unable; when using our forces, we must appear inactive; when we are near, we must make the enemy believe we are far away; when far away, we must make him believe we are near. &#8211;Ch 1</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>If your enemy is secure at all points, be prepared for him. If he is in superior strength, evade him. If your opponent is temperamental, seek to irritate him. Pretend to be weak, that he may grow arrogant. If he is taking his ease, give him no rest. If his forces are united, separate them. If sovereign and subject are in accord, put division between them. Attack him where he is unprepared, appear where you are not expected. &#8211;Ch 1</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radixhidayat.net/2009/04/sun-tzus-favorites/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
